ASAP dan Organda Tolak Ojek Online di Probolinggo

Ilustrasi

MAYANGAN - Dua organisasi transportasi yakni Aliansi Sopir Angkot Probolinggo (ASAP) dan Organisasi Angkutan Darat (Organda) menolak keberadaan Go-Jek, layanan transportasi berbasis aplikasi. Alasannya, keberadaan Go-Jek mematikan angkutan kota (angkot) maupun angkutan masal lainnya. Penolakan itu disampaikan ASAP dan Organda saat mengikuti rapat koordinasi (rakor) dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo dan Satlantas Polres Probolinggo Kota, Rabu (9/8). Dalam pertemuan yang digelar di kantor Dishub sekitar pukul 10.30 itu, mereka meminta agar pemkot melarang keberadaan ojek online. Dalam rakor tersebut, De’er, ketua ASAP mengatakan, sebelum ada ojek online, peminat angkot menur...

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.