Gigih Melawan Penjajah, Tanggalkan Jabatan Bupati
PROBOLINGGO dulunya bernama Banger. Dalam naskah-naskah kuno/babad maupun dokumen-dokumen perjalanan sejarah kolonial Belanda, nama Banger sangat melegenda. Banger kemudian berubah nama menjadi Probolinggo tatkala kepemimpinan Bupati Jayanegara, yakni sekitar tahun 1770.
Nama Banger sendiri mulai dikenal era Kerajaan Majapahit yakni sekitar tahun 1365. Artinya, nama Banger bertahan sekitar 405 tahun lamanya. Jayalelana menjadi simbol monumental Probolinggo sejak dahulu. Posisinya sebagai penguasa Banger, membuat namanya tidak akan pernah dilupakan.
Sosok Jayalalana dalam sejarah perbandingan memiliki perbedaan. Yakni, Jayalelana yang tertulis dalam Babad Sembar adalah putera Semayapura yang keturunan Bali, dia anak bangsawan Bali bernama Gdhe Kraksan. Berikutnya adalah Jayalelana III, putra Kyai Boen Jaladriya, seorang patih dari Pasuruan yang juga penasehat Untung Suropati.
<...
Tidak ada komentar: